Flash

Sunday, December 2, 2012

Penerapan ERP Pada PLN

Integrasi Sistem pada PLN PT.Persero dan Manfaat integrasi tersebut bagi PLN PT.Persero di Yogyakarta 


Apa itu ERP? :

Teknologi Enterprise Resources Planning (ERP) merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis/departemen-departemen serta unit-unit bisnis dalam suatu perusahaan dengan menggunakan single data entry. Berdasarkan tujuannya, implementasi teknologi ERP di dalam sebuah perusahaan antara lain melakukan integrasi antara perencanaan penjualan dan perencanaan produksi, mengoptimalkan jumlah persediaan guna meningkatkan cash flow perusahaan, dan meningkatkan nilai kepuasan terhadap pelanggan dengan melalui sistem pengiriman, distribusi gudang dan fungsi administrasi lainnya serta dengan tujuan meningkatkan efisiensi perusahaan dengan ketelitian yang baik.
 


Untuk mensejajarkan diri dengan perusahaan-perusahaan penyedia listrik tingkat dunia, PT PLN (persero) dituntut untuk mengimplementasikan sistem yang mengintegrasikan seluruh elemen-elemen pada perusahaan termasuk unit-unit bisnis yang diakomodasikan oleh IT. Penerapan ERP ini guna akan meningkatkan kompetensi perusahaan dan pelayanan. Penerapan ERP ini akan mengintegrasikan seluruh kantor PLN baik pusat maupun daerah secara on-line, dan seluruh kantor PLN tersebut akan terstandarisasi. Dengan penerapan ERP di lingkungan perusahaan, maka setiap pegawai diharuskan untuk beradaptasi dengan perubahan sistem yang terjadi. 

 

Saat ini penerapan ERP pada perusahaan besar sudah menjadi kategori wajib, dapat diambil contoh perusahaan tenaga listrik seperti di malaysia dan china, berturut-turut diwakilkan oleh Tenaga Bhd. dan Shanghai Power telah lama menerapkan ERP. Untuk Indonesia, perusahaan BUMN yang menerapkan ERP mungkin dapat dihitung dengan jari. 


Pembahasan:

ERP merupakan satu kesatuan dengan Strategi Utama PLN dalam membenahi operasional perusahaan secara keseluruhan tetapi saat ini ERPnya masih dalam Pilot Project. Pengembangan selanjutnya adalah integrasi antar sistem dengan ERP. seperti pelayanan pelanggan CIS(Sistem pelanggan yang tersentraliasi), penerapan ERP akan mendahulukan kantor yang telah menerapkan sistem pelayanan pelanggan terlebih dahulu, karena PLN sangat concern atas pelayanan pelanggan.

PT PLN (Persero) memilih SAP sebagai paket perangkat lunak ERP. Keputusan untuk menerapkan SAP bukanlah keputusan yang mudah karena penerapan SAP membutuhkan biaya yang tinggi. Kebutuhan biaya bukan hanya diperlukan untuk pembelian aplikasi SAP saja, tetapi juga untuk pembelian hardware, database, jaringan komunikasi data dan juga biaya konsultan yang membantu pekerjaan penerapan sistem. Setelah sistem SAP diterapkan, manajemen perlu mengetahui apakah penerapan sistem tersebut berhasil atau tidak. Pengukuran keberhasilan penerapan sistem informasi sangat diperlukan bagi manajemen untuk mengetahui apakah investasi yang telah dikeluarkan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Penerapan ERP di PLN sedikit-banyak telah merubah proses bisnis PLN secara keseluruhan terutama di bidang SDM disetiap unit pilot project PLN. Perubahan tersebut adalah seperti berikut:

> Manajemen Organisasi:

1. struktur organisasi dan perinciannya dikelola pada suatu sistem.
2. perubahan organisasi harus disetujui dan dikoordinasikan oleh kantor pusat PLN
3. jabatan dalam organisasi akan dikelompokkan berdasarkan kesamaan tugas dari 4. jabatan-jabatan di perusahaan.
4. Integrasi data keuangan Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik.
5. Standarisasi Proses Operasi Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk.
6. Standarisasi Data dan Informasi Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda.

> Administrasi pegawai

1. tanggal pada surat penggajian harus konsisten
2. pengelolaan informasi keluhan dan kedisiplinan pegawai dapat dilakukan di dalam sistem
3. perpindahan pegawai dapat dimonitor di dalam sistem

> Administrasi Waktu Kerja

1. Manajemen data berkaitan dengan waktu kerja pegawai termasuk waktu lembur dan lain sebagainya dilakukan tersentralisasi didalam sistem

>Penggajian

1. proses penggajian akan dipusatkan di kantor pusat tiap unit.
2. data tentang administrasi penggajian di kerjakan di kantor unit bersangkutan.
3. data tentang penggajian harus diintegrasikan dengan bagian keuangan.
4. agar memudahkan bagian pembukuan untuk mencatat penggajian.




Penerapan ERP yang dilakukan oleh PLN PT. Persero Yogyakarta sedikit banyak telah membawa PLN menjadi lebih maju. Karena semua sistem yang dilakukan telah terintegrasi secara otomotis dengan PLN pusat. Dengan adanya integrasi tersebut, diharapkan PLN PT. Persero Yogyakarta akan semakin loyal terhadap para pelanggan. 

Sumber :
 - http://aium23.wordpress.com/2012/03/11/integrasi-sistem-pada-pln-pt-persero-dan-manfaat-integrasi-tersebut-bagi-pln-pt-persero-di-yogyakarta/   
http://chrysalis21.wordpress.com/2012/01/27/apa-itu-erp/




No comments:

Post a Comment